>> Translate This web page into English with Google <<

PUAS

ATAS KEBERHASILAN

YANG TELAH TERCAPAI

SECARA WAJAR,

MAKA

MANUSIA

SENANTIASA

BERBAHAGIA.

(Terjemahan bebas oleh JTN)

6 kutipkan ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita smua

1. Bila sedang mendapat angin, jangan mengambil kesempatan untuk menindas orang lain. Saat kita beruang, jangan berfoya-foya, menghamburkan uang dan hanya mementingkan kenikmatan diri sendiri. (Menikmati kesenangan material sama dengan mengikis jasa pahala).

2. Menipu orang, menindas orang, sama dengan mengikis jasa pahala. Belajar mengalah sama dengan menimbun jasa pahala dan keberuntungan.

3. Satu kali marah, sama dengan satu kali sakit berat. Maka walaupun dihina, kita harus belajar bersadar. Bila orang lain mencaci maki kita tanpa alasan, atau memfitnah kita, kita harus berterima kasih kepadanya, karena dia telah menghapuskan malapetaka kita, dan menimbun pahala bagi kita.

4. Berbuat amal, yang penting tidak perlu diketahui orang lain. Harus dilakukan dengan tulus, wajar, dan setelah itu tidak perlu diingat terus. Dengan demikian, walau amalnya kecil, namun pahalanya amat besar. Bila beramal dengan tujuan terselubung, dan berharap mendapatkan balas budi, maka walau beramal seumur hidup, pahalanya terbatas. Ini yang disebut “Nasib yang diam-diam ditentukan oleh Yang Maha Kuasa”.

5 Orang bijak jaman dulu pernah berkata : “Barang yang disimpan, belum tentu menjadi milik sendiri.” Karena harta kekayaan menjadi milik bersama 5 pihak. Bila api datang, maka segera menjadi abu:

bila air datang, maka segera terhanyut semuanya:

bila perampok atau pencuri datang, maka segera disikat habis:

bila ketemu pejabat yang korup, maka akan difitnah atau dijebak sehingga hartanya dirampas:

bila mempunyai anak durhaka, maka semua harta kekayaan akan dihambur-hamburkan sampai ludes.

Oleh karenanya, hanya dengan bersedekah untuk membantu sesama, baru benar-benar menjadi milik sendiri.

Bila dipikir lebih mendalam, dengan sendirinya akan dapat mengerti makna yang tersirat di dalamnya.

6. Orang yang tidak memiliki keberuntungan, saat menhadapi sesuatu dia selalu berpikir ke sisi yang buruk, maka yang diperoleh hanya penderitaan dan kegagalan. Orang yang memiliki keberuntungan, saat menghadapi sesuatu dia selalu memandang sisi baiknya, dengan sendirinya dalam perjalanan hidup ini dia sering menyumpai banyak keberuntungan yang sulit dimengerti: sehingga kemalangan dapat berubah jadi keberuntungan, dan bahaya dapat berubah menjadi aman.

No comments:

Post a Comment

Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

My Blog List

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PayPal Account = camar8@yahoo.com